Tips Berkata Bijak

16.6.08

Kiat Sukses Dalam Presentasi

Bagi anda para professional dan pelaku bisnis, melakukan presentasi merupakan suatu kebutuhan. Suatu waktu anda dituntut untuk mempresentasikan gagasan-gagasan 'brilliant' anda dalam suatu makalah. Namun, meski anda sudah cukup pengalaman dan sering melakukan presentasi, tak urung perasaan ‘nervous’ dan grogi kerap menyerang anda. Perasaan tersebut sebenarnya wajar-wajar saja, karena memang setiap orang memiliki rasa cemas jika akan berhadapan dengan orang banyak. Tapi ada kiatnya kok!

Ada beberapa hal serius yang perlu dipersiapkan agar presentasi anda berlangsung sukses. Pertama anda harus memahami bahwa presentasi tidak selalu berupa seminar, workshop dan lokakarya. Namun perlu anda sadari juga bahwa sebenarnya dalam sehari-hari pun anda telah melakukan presentasi seperti penyampaian ide, pembahasan kasus ataupun pembicaraan biasa dengan rekan-rekan dan keluarga anda.

* Siapkan Checklist
Dalam menyampaikan presentasi, anda berperan sebagai ‘sender’ (pengirim informasi). Dan keberhasilan anda dinilai dari kemampuan daya serap penerima informasi (receiver).
Untuk itu, persiapan perlu dilakukan dengan matang. Buatlah ‘presentation checklist’ yang meliputi tujuan presentasi, ide dasar yang akan disampaikan, peserta (audience), strategi menjual ide, rencana alternatif dan kumpulan presentasi.

Susunlah tujuan presentasi sesuai dengan kebutuhan anda. Hal ini perlu diwaspadai secara seksama, karena ini menyangkut penilaian terhadap anda secara personal maupun penilaian terhadap perusahaan atau bisnis anda. Sehingga jika hal ini tidak diperhatikan, sebaik apapun rencana anda, belum pasti presentasi anda mendapatkan nilai positif.

Setelah itu, anda dapat menetapkan ide dasar yang meyakinkan. Perlu anda perhatikan apakah presentasi anda sekedar memberikan informasi atau mengharapkan reaksi langsung dari isi peserta. Perbedaan dua pokok pemikiran ini memerlukan persiapan yang berbeda. Jika anda mengharapkan reaksi langsung, persiapan perlu dilakukan lebih sempurna. Misalnya anda dapat menghindari salah ketik pada makalah, pemakaian data yang tidak up to date, dan terlalu banyak ilustrasi serta gambar yang tidak relevan.

Kemudian, perhatikan dan kenali audience (peserta) anda. Audience yang ‘result oriented’ tentu menginginkan informasi yang nyata, bukan basa-basi. Sehingga untuk menghadapi audience seperti ini jangan terlalu banyak membicarakan hal-hal yang berbau basa-basi, hindari improvisasi dan sensasi bisnis yang berlebihan.

* Percaya Diri
Hal yang tak kalah penting adalah ‘rasa percaya diri’ (self confidence). Rasa percaya diri ini sangat diperlukan dalam melakukan presentasi bisnis. Sehingga sebelum waktu presentasi tiba, tak ada salahnya melakukan ‘latihan bicara’. Mintalah bantuan rekan atau keluarga anda untuk menjadi penilai dan audience anda.

Perhatikan penampilan keseluruhan anda mulai dari busana, body language dan kontak mata (eye contact) dengan peserta. Pastikan ketika berbicara, posisi tubuh anda dalam keadaan tegak. Anda harus menyadari bahwa presentasi yang efektif harus bisa membawa peserta menjadi pendengar yang baik. Karena itu perhatikan volume dan intonasi suara anda. Usahakan suara dan kalimat-kalimat yang anda gunakan terdengar jelas. Sehingga ‘feedback’ yang anda harapkan akan tercapai.

Dengan melakukan hal-hal tersebut (hal lainnya mungkin bisa anda kembangkan sendiri), semoga presentasi anda berlangsung sukses. Jangan lupa berdoa sebelum acara berlangsung.


Lakukan Pertanggungjawaban setiap hari

"Waktu kita sangat terbatas, berarti sangat tak pantas untuk kita hambur-hamburkan. Waktu lebih berharga dari pada harta atau uang. Harta atau uang apabila hilang bisa kita cari kembali, tapi satu menit yang sudah lewat tak bisa kita temukan kembali."


Adasejenis lalat yang dilahirkan diwaktu pagi dan mati di waktu senja, tapi lalat tersebut bersungguh-sungguh hidup, mereka terbang mencari makan, kawin, bertelur dan menyiapkan masa depan ulat-ulat anaknya. Mereka tidak diam, hanya untuk menunggu mati atau sekedar mengharap-harap.


Kita semua mempunyai waktu Bruto setiap hari dua puluh empat jam, tapi berapa jamkah setiap hari yang benar-benar kita manfaatkan ? Sepanjang hidup mestinya kita memperhitungkan berapa banyak waktu Neto yang kita pergunakan dari waktu Bruto yang Allah berikan.


Waktu kita sangat terbatas, berarti sangat tak pantas untuk kita hambur-hamburkan. Waktu lebih berharga dari pada harta atau uang. Harta atau uang apabila hilang bisa kita cari kembali, tapi satu menit yang sudah lewat tak bisa kita temukan kembali.


Hidup terdiri dari hari per hari bukan dari tahun per tahun, karena kita tidak punya kepastian tentang tahun, yang kita punya hanya kepastian hari ini, bahkan hanya sebagian hari yang sedang kita hadapi. Karena itu sesungguhnya laporan tahunan, laporan yang sangat terlambat. Sesungguhnya semakin kecil jangka waktu semakin baik.


Karena setiap minggu kita punya tujuh kesempatan untuk memperbaiki diri, dalam satu bulan kita punya tiga puluh kali kesempatan untuk mawas diri dan meningkatkan kesungguh-sungguhan, dalam satu tahun punya tiga ratus enam puluh kali untuk merenung dan menata ulang semua program.


Tapi laporan pertanggung jawaban lebih baik kita lakukan setiap hari,



H. O. Surahman


Kenali Potensi Diri Anda!

Berikut ini tips untuk mengetahui potensi diri Anda sendiri, coba simak deh:

* Kenali diri sendiri
Coba buat daftar pertanyaan, seperti: apa yang membuat Anda bahagia; apa yang Anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan Anda; dan apa saja kelemahan Anda. Kemudian jawablah pertanyaan ini secara jujur dan objektif. Mintalah bantuan keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan Anda.

* Tentukan tujuan hidup
Tentukan tujuan hidup Anda, baik itu tujuan jangka waktu pendek maupun jangka panjang secara realistis. Realistis maksudnya yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi Anda. Menentukan tujuan yang jauh boleh aja asal diikuti oleh semangat untuk mencapainya.

* Kenali motivasi hidup
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Coba kenali apa motivasi hidup Anda, apa yang bisa melecut semangat Anda untuk menghasilkan karya terbaik, dll. Sehingga Anda memiliki kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik.

* Hilangkan negative thinking
Enyahkan pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah Anda mencapai tujuan. Setiap kali Anda menghadapi hambatan, jangan menyalahkan orang lain. Lebih baik coba evaluasi kembali langkah Anda, mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki. Kemudian melangkahlah kembali jika Anda telah menemukan jalan yang mantap.

* Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan Anda, jangan menyesali dan mengadili diri sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Bangkit dan tataplah masa depan. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan pelajaran untuk maju.

Ingat, potensi Anda adalah kekuatan terbesar untuk menggapai sukses. So, mulai sekarang ketahuilah dan galilah potensi diri Anda. Semoga sukses..!


Mulailah dengan Perencanaan dan Target

NONA Bunga (31 tahun/bukan nama sebenarnya-red.) adalah seorang wakil manajer sebuah perusahaan swasta terkemuka di Kota Bandung. Satu pekan yang silam, dia ikut acara outbound yang substansinya bernuansa latihan di bidang manajemen. Ya, termasuk manajemen kepemimpinan, selain pula manajemen spesialisasi perusahaannya.


"Salah satu sesi dalam outbound itu adalah hidup sendirian alias solo bivak atau solo camp di tengah hutan. Waktu itu, saya disuruh membuat surat yang kelak ditujukan ke diri pribadi saya sendiri. Ya, yang mengirim surat itu nantinya adalah panitia outbound," tutur Nona Bunga kepada temannya.


Apa isi surat itu?


"Aku disuruh mengisi tentang rencana tiga bulan ke depan. Apa saja yang akan aku jalani. Program pribadi, keluarga, kantor, dan lingkungan. Bahkan boleh juga progam untuk bangsa dan negara. Jadinya, di malam yang sunyi-sepi karena tidak ada siapa-siapa di dalam tenda, selain suara burung hutan dan dedaunan yang bergerak-gerak, aku mengisi program tiga bulan itu," ujar Nona Bunga.


Diceritakannya, pada tiga bulan ke depan akan dijalani program jangka pendek dan jangka panjang. Yang "jangka pendek", katanya, itu ingin berpacaran serius, lalu menikah. Selain itu, juga ingin punya hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti rumah pribadi, kendaraan pribadi, komputer pribadi, motor pribadi, tabungan pribadi untuk keluarga dan persiapan ibadah haji, perpustakaan pribadi dan keluarga, musala keluarga, dan sejenisnya.


Adapun "jangka panjang", programnya setelah menikah ingin hamil, lalu berharap bisa menyelesaikan kuliah di S-2-nya, serta menjadi manajer sebagai upaya belajar untuk kelak menjadi pemilik perusahaan pribadi.


"Bagaimana kalau target tiga bulan itu tidak tercapai? Misalnya, keinginan punya perusahaan pribadi," tanya teman sekostnya.


"Nggak apa-apa, begitu kata fasilitator dalam acara outbound. Yang penting, dalam menjalani kehidupan pada tahun 2004 ini punya konsep atau rencana hidup yang jelas terprogram. Jadi, tidak asal menjalani kehidupan saja. Dengan adanya rencana yang baik, itu berarti sudah menjalani setengah kesuksesan. Sebaliknya, tidak punya rencana itu berarti menapaki setengah kegagalan," tutur Nona Bunga dengan gaya bicara mirip fasilitator outbound-nya.


"Lalu, bagaimana dengan rencana perubahan hidup ke arah yang lebih berkualitas pada tahun 2004," tanya temannya.


"Fasilitator outbound saya bilang, perubahan hidup ke arah yang lebih baik itu mesti dimulai dengan perencanaan program yang jelas. Tentunya pula dengan mempertimbangkan potensi, bakat, dan minat yang ada pada diri kita, serta sarana penunjang yang dimungkinkan untuk didayagunakan secara optimal," ujar Nona Bunga.


"Bagaimana dengan ikhtiar perubahan itu sendiri? Batasannya apa?" "Pertanyaan itu, juga sempat ditanyakan oleh teman saya. Fasilitator outbound waktu itu mengutip pendapat Aa Gym (K.H. Abdullah Gymnastiar-red.) bahwa perubahan untuk diri pribadi, keluarga, atau masyarakat maupun bangsa dan negara pada era tahun 2004 ini hendaknya memakai rumusan '3-M', yakni mulailah dari diri sendiri, mulailah dari hal-hal yang kecil, dan mulailah perubahan itu sejak saat ini. Jadi, maksudnya kalau kita ingin mengubah diri ke arah kemajuan, jangan menunggu orang lain berubah. Lakukan saja pada diri sendiri terlebih dulu, nanti orang lain akan mengikuti. Lalu, mulailah perubahan itu dari hal-hal kecil seperti kedisiplinan waktu atau kebersihan rumah dan lainnya. Juga, untuk memulai perubahan, jangan menunggu waktu, tapi mulai saja dari sekarang," ungkap Nona Bunga.


* *


PERIHAL cerita yang diungkapkan Nona Bunga itu bisa jadi juga dialami oleh diri kita, teman kita, mitra kita satu perusahaan, anggota atau kerabat keluarga kita, atau mungkin juga sama sekali tidak pernah teralami atau tidak pernah diketahui oleh diri kita.


Terlepas dari berbagai kemungkinan itu, yang jelas menapaki tahun 2004 merupakan bagian dari perilaku hidup yang tak terhindarkan. Kenapa? Alasannya, tahun 2003 sudah berakhir. Tahun lalu adalah kenangan bagi kehidupan kita di masa kini, yakni tahun 2004. Ya, pada saat kita membaca lembaran "Hikmah" ini, berarti kita sudah memasuki hari kedua tahun baru tersebut (2/1).


Dalam konteks ini, sejarawan Muslim, Ahmad Mansur Suryanegara mengatakan setiap manusia sejatinya adalah mampu melakukan evaluasi masa silam kehidupannya. Untuk apa? Tidak lain untuk mengetahui apa saja kelemahan, kekurangan, dan kelebihan serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan hidupnya di masa mendatang.


"Sejarah itu penting. Masa silam adalah guru bagi kehidupan di masa kini dan mendatang. Dengan menengok pada fakta historis, kita bisa menghindari berbagai peristiwa perulangan yang negatif bagi diri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Kita tidak diperkenankan mengulangi peristiwa sejarah yang buruk. Kita mesti maju, menapaki kehidupan di masa kini dengan tidak melepaskan hasil evaluasi terhadap sejarah kita di masa silam. Dengan begitu, semoga kita meraih kehidupan masa mendatang yang jauh lebih berkualitas daripada masa lalu dan masa kini," tutur Ahmad Mansur.


**


BAGAIMANAPUN sebuah perencanaan akan lebih baik ketimbang hidup tanpa rencana atau target sama sekali. Pengalaman Amani Lopas, mantan guru tata buku dan accounting di tahun '70-an, memperlihatkan paling tidak perencanaan keuangan sangat membantunya hingga ia bisa mendapat gelar doktor setelah sekolah di negeri Paman Sam.


"Awalnya, kurang lebih 27 tahun yang lalu saat saya baru saja beberapa tahun bekerja sebagai assistant financial manager dan sebagai guru pegawai negeri pada sore harinya, iseng-iseng pada waktu senggang di kantor atau saat mengadakan kunjungan internal audit ke daerah seperti Lampung, Palembang, dan Surabaya saya membuat rencana keuangan keluarga untuk sepuluh dan dua puluh tahun mendatang," tuturnya.


"Kala itu memang penghasilan tidak begitu tinggi seperti zaman sebelum kejatuhan Pak Harto. Kalau tidak salah kurs rupiah dengan mata uang dolar Amerika masih berkisar antara Rp 300-Rp 350 per dolarnya. Kami, saya dan suami, membuat rencana ini agar dapat studi S-2 ke USA," imbuhnya pula.


Lebih lanjut ia menuturkan, "Saat itu anak kempat kami akan segera lahir dan saya bekerja di Jakarta tetapi tinggal di Bandung, namun planning untuk mengadakan saving atau tabungan yang kami inginkan harus jalan terus agar cita-cita studi ke Amerika berhasil."


Untung saja rupiah masih dapat dikatakan stabil saat itu, walaupun inflasi masih dalam kisaran 8 hingga 10%, sehingga mereka masih dapat menabung dari bulan kebulan hingga pada suatu saat jumlahnya sudah mencukupi. "Maka kami berangkat untuk program S-2. Nilai tabungan ini sebenarnya tidak begitu banyak, namun bertambah dari bulan kebulan secara konsisten. Sifat menabung secara konsisten inilah yang mendaratkan kami untuk studi dan bermukim di negara Paman Sam," ujar Amani.


Pada saat itu memang belum kita kenal apa yang ada saat ini yang disebut electronic spreadsheet seperti Lotus 123 atau Excel, yang ada dulu adalah manual spreadsheet yaitu lembaran kertas yang penuh dengan kolom atau lajur. Untuk mengisi lajur ini, diperlukan kalkulator manual untuk menjumlahkan angka-angka.


Dulu masih menggunakan lajur yang dibuat secara manual guna membukukan transaksi-transaksi dan dalam kesempatan itu pula, baik di pesawat maupun di hotel, Amani gunakan keahlian memakai lajur ini dengan bantuan manual kalkulator untuk membuat apa yang disebut family budget dan family cash flow, kedua laporan ini tentu nanti akan dapat membantu kita dalam menentukan jumlah tabungan yang diinginkan setiap bulan dan jumlah tabungan setelah lima tahun atau setelah sepuluh tahun dan seterusnya.


Family financial managementyang dimaksudkan di sini adalah bagaimana mengelola secara efektif pendapatan atau income yang terbatas dengan pengeluaran biaya keluarga yang sangat minim ditambah lagi dengan pengeluaran tidak terduga seperti tuppak, bantuan untuk keluarga pihak istri dan pihak suami namun masih menghasilkan sedikit tabungan atau saving.


Hal ini merupakan suatu dilema di negara yang tingkat inflasinya melebihi dari 12% satu tahun seperti Indonesia. Kalau tingkat inflasinya sudah di atas 12% setahun, itu adalah tidak eknomis lagi menabung uang di bank yang walaupun bunganya 15% per tahun karena pendapatan atas hasil bunga tentu akan dikenakan pajak pendapatan sebanyak 30%. Dengan kata lain, walaupun secara kuantitas nilainya bertambah, nilai rupiah tersebut jika dikonversikan dengan dolar Amerika akan menghasilkan nilai yang sama, jadi uang itu dalam dolar Amerika tidak akan bertambah.


Andrian Harefa, yang mengasuh konsultasi perencanaan keuangan Indonesia School of Life (ISOL), berkata, "Tidak pernah Anda mengatakan bahwa 'ayo kita pergi ke laut dan menginap di sana dan menghabiskan Rp 5 juta'. Akan tetapi, mereka akan mencoba untuk mencari tempat yang sesuai dan tinggal di sana untuk beberapa hari dan kemudian mencari berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk itu semua."


"Perencanaan keuangan seharusnya juga seperti itu," imbuhnya pula. Lebih lanjut ia menjelaskan, "Dimulai dengan sebuah keinginan yang terlihat nyata dan menghitung berapa kebutuhan untuk mencapainya."


Sebuah liburan yang terbaik adalah di saat Anda dapat menikmati tenangnya dan kecerian selama liburan. Demikian pula dengan perencanaan pendidikan anak Anda. Seharusnya semua itu sejalan dengan keinginan anak sehingga bukan hanya anak akan bertambah ilmu, tapi juga bertumbuh menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan bangsa.


Mencapai tujuan keuangan seperti halnya pendidikan anak, tidak hanya segi materinya saja di mana Anda dapat mengeluarkan biayanya setiap semesternya, pendidikan juga harus menjadi kesenangan bagi Anda di mana anak baru saja mendapat berita bahwa ia diterima di sekolah yang diinginkannya.


Memang ada faktor lain yang menghalangi kebanyakan keluarga untuk merencanakan jumlah tabungan adalah faktor eksternal dari sistem keluarga di Indonesia yang disebut extended family, yaitu bantuan-bantuan kepada anggota keluarga dari kedua belah pihak. Faktor tersebut di atas merupakan hasil dari gagalnya sistem ekonomi negara yang bersangkutan. Kegagalan ini telah menimbulkan tingginya pengangguran dan disguise unemployment atau pengangguran yang tidak kelihatan.


**


UNTUK mengantisipasi terjadinya pasang surut dalam arus kas, perencanaan keuangan dapat membantu seseorang untuk lebih mengerti dan membantu dalam menyusun strategi untuk menghadapi kebutuhan hidupnya di masa-masa mendatang. Selain itu, perencanaan keuangan juga akan dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih realistis tentang kebutuhan hidupnya, termasuk dalam merencanakan pengeluaran sesuai dengan kemampuan keuangannya.


Perencanaan keuangan adalah seni sekaligus ilmu yang harus ditekuni terus-menerus dalam menghadapi kejadian-kejadian pada kehidupan ini. Berkaitan dengan itu, dalam perencanaan keuangan terdapat beberapa hal yang harus dipahami dengan benar, agar dapat memetik manfaat dari perencanaan yang dilakukan dengan cermat dan bijaksana.


Beberapa hal itu adalah, pertama, seseorang perlu memperkirakan kondisi finansial yang dimilikinya saat ini. Artinya, kita harus mulai menginventarisasi aset secara cermat, seperti deposito di bank, reksadana, emas, maupun properti berupa tanah, apartemen, rumah, vila, kebun, dan sebagainya.


Selanjutnya, setelah semua aset terinventarisasi dengan baik maka dilakukan penjumlahan seluruh nilai aset tersebut. Total nilai aset yang telah dimiliki ini, kemudian dikurangi dengan nilai pinjaman atau kewajiban-kewajiban keuangan lainnya jika ada. Berkaitan dengan inventarisasi aset ini maka harus pula dilakukan perhitungan serta perkiraan tingkat pendapatan dan pengeluaran.


Tahap selanjutnya adalah harus mulai menentukan target keuangan. Dalam hal ini, seseorang boleh saja memiliki lebih dari satu target. Target yang akan ditetapkan tersebut akan menjadi lebih berarti dan memberikan motivasi apabila target tersebut dapat dibayangkan atau divisualisasikan. Sebut saja, Anda dapat menentukan target untuk tamasya ke luar negeri bersama keluarga pada tahun depan, atau menyekolahkan anak di Harvard University 15 tahun dari sekarang.


Target yang lebih lama lagi adalah bagaimana menentukan gaya hidup pada saat memasuki masa pensiun. Untuk itu, tidak ada salahnya bila meluangkan waktu sehari atau dua hari untuk mencatat semua yang diinginkan dalam hidup ini. Target yang telah disusun itu harus pula dapat diukur dengan memperkirakan biaya yang diperlukan untuk mencapai target tersebut dan kapan akan dicapai.


Perlu pula ditentukan, apabila ada kekurangan, arus kas pada masa depan untuk mencapai target tersebut yang juga disebut dengan kesenjangan finansial. Biasanya pada masa muda, arus kas seseorang memiliki kelebihan dibanding kebutuhan yang ada. Namun, pada usia pertengahan dan pensiun akan ada kesenjangan lagi.


Dengan telah dapat diperkirakannya besar kesenjangan finansial yang bakal terjadi maka pada tahap selanjutnya dapat dilakukan perencanaan untuk menutup kesenjangan tersebut. Anda dapat mulai merencanakan penempatan dana/aset yang ada sekarang maupun pendapatan di masa depan untuk memenuhi kesenjangan tersebut.


Sebagai panduan untuk menutup kebutuhan atau kesenjangan dalam jangka pendek, sebaiknya dana atau aset tersebut ditempatkan pada aset yang bersifat likuid seperti deposito. Sementara itu, untuk menutup berbagai kebutuhan maupun kesenjangan finansial jangka panjang, dapat memanfaatkan aset jangka panjang seperti reksadana yang sering punya potensi untuk memberikan hasil yang lebih tinggi dalam jangka panjang.


**


"DALAM menjalani kehidupan, setiap individu pasti akan melalui berbagai tahap yang penting. Tahap-tahap itu misalnya, masa belajar, mencari pekerjaan, memasuki jenjang perkawinan dan membangun rumah tangga, memiliki rumah sendiri, membesarkan putra-putri, merawat orang tua, hingga memasuki masa pensiun," ujar psikolog Dra. Eko Rini Kuntowati.


Dalam setiap tahapan tersebut, pendapatan, tabungan, dan pengeluaran setiap individu akan mengalami perubahan serta pasang surut. Suatu saat, dalam hidup seseorang akan pernah mengalami kelebihan atau sebaliknya kekurangan dalam arus kasnya. Seseorang pasti harus mengeluarkan biaya hidup dengan prioritas berbeda-beda. Hal ini tentunya menuntut perencanaan keuangan yang matang agar pendapatan dan pengeluaran senantiasa seimbang dan target yang diharapkan di hari kemudian dapat tercapai.


Seorang profesional muda yang saat masih hidup lajang mungkin punya pendapatan yang cukup untuk menunjang gaya hidupnya yang mewah. Namun, saat memulai membangun rumah tangga dan harus mulai membesarkan serta menyediakan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya maka tingkat pengeluarannya otomatis akan mengalami peningkatan," tutur Rini.


Yang terpenting dalam perencanaan menurut Rini adalah konsistensi, mengikuti tahap perkembangan yang realistis (lengkapnya lihat boks), tidak memaksakan diri (sesuai potensi masing-masing individu yang menjadi anggota keluarga) dengan mempertimbangkan harapan dan konsekuensi yang senantiasa didiskusikan, memperhatikan kondisi fisik yang erat kaitannya dengan tahap perkembangan, tidak membuat target terlalu jauh loncatannya, adanya reward dan punishment yang jelas sebagai kontrol (kontrol yang terbaik adalah diri sendiri dengan belajar yang efektif, yaitu memberi pengertian).


Sementara itu, menurut aktivis perempuan, Diah Nurwitasari, Ing., setiap perempuan atau kepala keluarga sudah sepatutnya punya program hidup yang jelas, proposional dan tidak melampui batas kemampuan diri atau keluarga.


Sebagai contoh, katanya, kita baru saja menjalani ibadah Ramadan. Lalu, apa program hidup setelah Ramadan? Kalau ketika Ramadan kita rajin membaca Alquran, bangun tengah malam, salat tepat waktu, ber-akhlaqul karimah, apakah pada pasca-Ramadan seperti saat tahun 2004 ini kita juga seperti saat Ramadan? Apakah sekarang kita juga rajin baca Alquran, bangun tengah malam, salat tepat waktu, dan ber-akhlaqul karimah?


"Pertanyaan ini sepatutnya mendasari benak kita sebelum menyusun konsep atau program kerja, ya, mungkin program untuk tiga bulan ke depan," ujar Diah, yang diamanahkan sebagai caleg dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Bandung ini. Lalu, bagaimana dengan program hidup yang berkaitan dengan kepentingan umum?


Diah mengemukakan programnya itu berkaitan dengan ikhtiar untuk menjadi anggota legislatif. Dengan begitu, diharapkan kelak mampu membawa aspirasi masyarakat, terutama kaum perempuan, ke forum yang penting dan konstitusional, yakni DPRD.


Hal senada dikemukakan pula oleh pengamat pendidikan -- yang juga punya program tiga bulan ke depan sebagai calon legislatif dari unsur DPD (Dewan Perwakilan Daerah-red.) -- yaitu H. Nanang Iskandar Ma'soem, S.E., M.S. Menurut Nanang, program jangka panjangnya selama tiga bulan ini adalah menyadarkan masyarakat tentang perlunya memilih anggota legislatif yang berkualitas, tidak punya "cacat masa silam" atau tergolong sebagai "politisi hitam" dan memiliki spesialisasi di bidang tertentu.


Sementara itu, bagi Drs. Achlan Husen (Ketua Umum Badan Musyawarah Perguruan Swasta/BMPS Jabar-red.), program hidupnya antara lain ingin mengubah citra pendidikan di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Kenapa? Alasannya, kita tahu pendidikan masih terpuruk dalam berbagai aspeknya.


"Namun, keterpurukan ini jangan hanya diratapi dan ditangisi saja, melainkan mesti dicarikan solusinya," ujar Achlan Husen.


**


MENURUT Prof. Dr. H. Tb. Hasanuddin, M.Sc., A.P. (Direktur Akuntan Publik Bandung-red.) ada beberapa hal yang patut dicatat dari realita tahun 2003.


Disebutkannya, antara lain adanya stabilitas harga, inflasi relatif stabil, adanya investasi pinjaman yang bermakna ada pemasukan dana dari luar yang kita terima, tumbuhnya faktor-faktor ekonomi riil, dan adanya keinginan dari para penjarah ekonomi untuk membayar utang. Selain itu, adanya kestabilan kurs dolar. Jadi semua ini menunjukkan suatu kondisi ekonomi untuk melangkah lebih jauh dan setidaknya pada 2003 perekonomian cukup stabil.


Di sisi lain, pada 2003 ada kecenderungan umat Islam untuk menyadari pentingnya ekonomi syariah sehingga banyak berdiri perbankan berdasarkan syariah. Ini juga merupakan suatu pertumbuhan ekonomi dalam kerangka syariah dan mencerminkan kurang percayanya umat terhadap ekonomi kapitalis.


"Pada 2003, kita juga bisa memetik pelajaran adanya perbankan konvensional yang tidak professional dan amanah sehingga banyak yang hancur. Akibat dari KKN dan ekonomi kapitalis, tak aneh kalau bangsa kita sekarang ini punya utang mencapai Rp 2.000,5 triliun. Ini suatu angka yang luar biasa dan harus ditanggung oleh APBN. Lalu, entah berapa lama untuk melunasinya," ujar Hasanuddin.


Pengamat politik Islam, Dr. H.C. Mursalin Dahlan memiliki harapan dan target lebih luas. "Sebagaimana tahun 2003 yang pada awalnya, kita prediksi dengan harapan berbunga-bunga, ternyata sampai akhir tahun 2003 harapan yang berbunga-bunga itu tidak wujud menjadi buah. Ibaratnya, peribahasa gugur sebelum berbuah. Itulah gambaran harapan pembangunan kembali ekonomi, pemberantasan KKN, penegakan hukum dan HAM, dan masalah tenaga kerja, terutama tenaga kerja perempuan yang bekerja di luar negeri.


Juga ada masalah perbankan, serta 1001 macam lagi masalah lainnya. "Dengan fakta ini, apakah kita masih percaya diri untuk menjalani program hidup di bidang politik? Ini harus kita jawab, lewat perumusan program yang jelas dan terukur serta proposional," ujar Mursalin.


Diharapkannya, bagaimanapun kita harus punya program aktivitas politik agar pemilu dapat berlangsung sesuai dengan rencana. Alasannya, suksesnya pemilu merupakan salah satu solusi untuk lima tahun ke depan dalam mengatasi krisis multidimensional yang melanda negara Indonesia. Lebih dari itu, para pemimpin dan segenap rakyat harus punya program bertaubat kepada Allah SWT. "Jika tidak, pertolongan dan rida Allah SWT tidak akan pernah datang. Bila demikian, kesuksesan yang diharapkan, bak peribahasa jauh panggang dari api," tutur Mursalin.


EYP/Aji/"PR"-Jihad/J

Mengatasi Kebiasaan Menunda

Menurut Psikolog terkenal asal Amerika, Kathy Peel, menunda pekerjaan sama saja dengan melarikan diri dari situasi yang tidak menyenangkan. Dan ini sama saja dengan tindakan seorang ‘pengecut’. Padahal saat Anda menunda pekerjaan, sesungguhnya Anda telah kehilangan banyak kesempatan untuk melakukan yang terbaik.

Dan sebenarnya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan akan membuat kualitas pekerjaan yang Anda kerjakan semakin buruk. Karena biasanya menunda pekerjaan membuat waktu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan semakin minim. Dan minimnya waktu tentu saja mempengaruhi kualitas pekerjaan Anda. Nah, sebelum kebiasaan itu semakin parah, segera stop hal buruk itu.

Walau yang namanya ‘kebiasaan’ itu sulit dirubah, tapi bukan berarti tidak bisa kan? Untuk mengatasinya, nggak ada jalan lain, kuncinya adalah 'dari dalam diri sendiri'. Pertama Anda harus berniat untuk merubah kebiasaan itu. Tips dari Kathy Peel berikut ini dapat membantu Anda:

- Setiap kali ada waktu luang, jangan berpikir bahwa itu adalah waktu untuk bersantai-santai. Biasakan untuk mengingat pekerjaan yang belum selesai setiap kali anda menemukan waktu luang. Ingat, semakin sering menunda pekerjaan, semakin banyak Anda menemukan kesulitan.

- Anda memang nggak perlu terburu-buru menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi pastikan bahwa Anda akan menyelesaikannya meskipun dengan cara 'menyicil'. Kerjakan mulai dari pekerjaan yang paling mudah. Lalu meningkat ke yang lebih sulit, dan seterusnya sampai pekerjaan benar-benar tuntas.

- Tentukan deadline untuk diri sendiri. Kapan Anda harus menyelesaikan satu pekerjaan. Tetapkan tanggal beserta jamnya. Kalau perlu ciptakan sanksi bagi diri sendiri jika Anda tak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline yang telah ditentukan.

- Kalau Anda pusing dengan pekerjaan, jangan langsung meninggalkannya. Cobalah lakukan sesuatu agar Anda enjoy dengan pekerjaan itu. Misalnya dengan mendengarkan musik yang lembut. Anggaplah pekerjaan adalah teman yang menyenangkan bagi Anda. Cobalah bersahabat dengan pekerjaan. Dengan demikian Anda nggak merasa terbebani dengan pekerjaan.

Ingat, di era globalisasi ini persaingan di bidang apapun semakin ketat. Kalau Anda masih bertahan menunda-nunda pekerjaan, Anda akan tertinggal jauh oleh mereka yang berdaya saing kuat. Nah sebelum jauh tertinggal, segera ubah kebiasaan menunda tersebut. Sukses untuk Anda....! [tri]


Pilih Mana: Prestasi Atau Eksploitasi

Publikasi 03/04/2002 14:00 WIB


eramuslim - “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang khusu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar”. (QS. Al-Azhab. 35)


Seorang ibu yang baru saja melahirkan tampak sedikit kecewa dengan kabar yang baru saja ia diterima dari seorang suster yang membantu persalinannya. Suster mengatakan bahwa anaknya yang keempat ini ternyata perempuan lagi.

“Perempuan?” kening si ibu mengkerut.
“Coba dicek lagi suster, mungkin suster salah lihat, sebab hasil USG beberapa bulan lalu, terlihat dalam kandungan saya anak saya laki-laki!” desak si ibu yang masih tampak lemah.

“Benar Bu, anak Ibu perempuan, tidak mungkin salah apa lagi tertukar, karena hanya Ibu saja yang melahirkan hari ini di sini. Sama saja antara laki-laki dan perempuan Bu. Yang penting bagaimana Ibu mendidiknya kelak menjadi anak yang sholeh. Di mata Allah, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama.” Ujar suster bijaksana, namun si ibu masih tampak kecewa, hal itu terlihat jelas dari raut wajahnya.

Disebuah pusat perbelanjaan seorang perempuan cantik dengan pakaian ketat berdiri di pintu masuk menawarkan rokok pada setiap laki-laki yang ia temui. Tidak sedikit dari laki-laki yang ditemuinya itu bukannya membeli rokok yang ditawarkan, namun hanya menikmati keindahan tubuh dan wajah cantik yang memang disengaja dibuka oleh para perempuan cantik tersebut, bahkan tak jarang ada yang sengaja mencolak-colek.


Mereka bisa apa? resiko pekerjaan, paling begitu jawab mereka , kasihan ….


Lain lagi kejadian di sebuah Program Pascasarjana sebuah Perguruan Tinggi Negeri terkemuka. Seorang perempuan yang masih sangat muda duduk diantara wisudawan menunggu giliran mendapatkan ijazah dari Rektornya. Kecerdasan dan kepintarannya mengantarkannya memiliki kesempatan melanjutkan studi ke tingkat Pascasarjana dengan beasiswa yang ia dapatkan melalui persaingan yang tidak semua orang dapat memenangkannya. Orang tua dan sanak keluarganya pun kagum dengan prestasinya.


Gambaran kejadian pertama menunjukkan betapa dalam masyarakat yang sudah sangat moderen ini masih saja ada keluarga yang keberatan dengan kelahiran anak perempuan.
Seolah-olah perempuan hanya akan memberatkan beban keluarga saja. Padahal setiap jiwa itu sudah Allah tentukan rezekinya.


Kejadian kedua tidak kalah menyedihkannya, keberadaan perempuan hanya dijadikan pelengkap berhasilnya sebuah produk dipasaran.


Namun kita masih memiliki harapan, dibalik forum diskusi dan seminar tentang perempuan, dibalik eksploitasi terhadap fisik perempuan masih ada perempuan muslimah istiqomah mempertahankan dan menunjukan identitas serta jati dirinya, bahwa perempuan itu juga bisa berprestasi, sama halnya dengan laki-laki.


Perempuan bukan penyebab kemiskinan dan perempuan itu bukan merupakan sekedar pelengkap, apalagi penyedap. Dalam pandangan Allah, laki-laki dan perempuan memiliki derajat yang sama. Allah menyediakan bagi keduanya ampunan dan pahala yang besar. Namun tidak sedikit yang masih menganggap remeh perempuan, padahal setelah kedatangan Rasulullah, Islam mengangkat derajat kaum perempuan ke tempat yang sangat terhormat sebagai anak,
istri, ibu dan anggota masyarakat.


Tidak sedikit yang memuja-muja maupun yang mencela perempuan, bahkan perempuan disebut-sebut sebagai sumber kehancuran maupun kesuksesan para pemuka dunia, sehingga muncul ucapan “dibalik kesuksesan orang-orang besar ada perempuan”, atau bila seorang pemuka mengalami kehancuran, maka yang muncul adalah ucapan “selidikilah perempuannya”.


Laki-Laki Dan Perempuan Berasal Dari Sumber Yang Sama.
“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptalan kamu dari seorang diri, dan darinya Allah menciptakan istrinya, dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu” (QS.4:1)


Perempuan adalah penyempurna kekurangan yang ada pada diri laki-laki, begitu juga sebaliknya, laki-laki diciptakan untuk menyempurnakan kekurangan perempuan, sehingga Allah menjadikan keduanya berpasang-pasangan, agar keduanya merasa tentram dan dapat berbagi. Sehingga tidak ada yang berhak merasa dirinya lebih baik dari yang lainya.


Laki-laki dan perempuan berasal dari sumber yang sama, keduanya di mata Allah memiliki darajat yang sama, namun sangat disayangkan masih banyak pandangan negatif terhadap keberadaan perempuan. Mereka menganggap perempuan hanya memiliki sedikit kecakapan, perempuan hanya dijadikan untuk memuaskan dahaga seksual, kehormatanya dapat dimiliki dengan memberinya sejumlah harta, dapat ditalak kapan saja, bahkan lebih tragis lagi, perempuan dianggap sandal jepit yang dapat dipakai dan dilepas kapan saja.


Pandangan jahiliyah ini masih berkembang di tengah masyarakat, mereka memingit para perempuan dirumah, tidak boleh keluar dengan alasan apapun termasuk untuk belajar dan bekerja. Padahal mencari ilmu adalah hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. Bahkan istri Nabi tidak hanya belajar, tapi beliau juga mengajarkan ilmu-ilmu fiqh dan periwayatan hadis disamping ahli dalam menciptakan syair, sastra dan ilmu bahasa lainnya. Rasulullah mengatakan “Janganlah kamu melarang hamba-hamba Allah yang perempuan untuk mendatangi masjid-masjid Allah” (Hadis Riwayat Muslim).


Dibalik itu, tidak sedikit perempuan dieksploitasi dan mengeksploitasi dirinya sendiri. Kita lihat saja iklan-iklan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan perempuan, menampilkan perempuan yang membuka aurat, yang ditonjolkan bukan kualitas produknya melainkan justru sisi sensual perempuan yang menjadi bintang iklan produk itu.


Hal ini diakui oleh mantan pragawati terkenal yang kini mendapat hidayah dari Allah. Betapa pekerjaannya dulu sebagai peragawati hanya bermanfaat untuk kepentingan pemilik bisnis fashion dan benar-benar menjauhkan ia dari Allah karena setiap saat bergelimangan maksiat. Dengan mengenakan busana muslimah, ia kini benar-benar merasa menjadi perempuan terhormat.

Pandangan Barat dan kaum feminisme sekarang ini yang memandang perempuan muslimah dikebiri hak dan kewajibanya sangatlah tidak beralasan. Lupakah kita pada sejarah bahwa sebelum kedatangan Islam, setiap keluarga malu jika melahirkan anak perempuan.


Mereka tidak segan-segan membunuh bayi perempuan mereka, karena mereka beranggapan memiliki anak perempuan merupakan aib. Tapi setelah kedatangan Islam, semuanya erbalik, bahkan Islam menempatkan perempuan pada posisi yang sangat terhormat.


Tidak dapat kita pungkiri bahwa laki-laki dan perempuan itu adalah sama (meski secara fisik berbeda). Mereka berasal dari sumber yang sama, derajat mereka sama di sisi Allah, mereka memiliki peluang yang sama untuk maju, tumbuh dan berkembang. Jika persamaan ini yang dikumandangkan kaum feminisme dan Barat, sungguh mereka sanggat ketinggalan kereta sekali. Karena persamaan dalam kondisi ini telah menjadi jaminan Al-Quran.


Namun perlu dingat, ada perbedaan mendasar yang tidak mungkin bisa dipaksakan sama. Perempuan bisa mendapatkan pendidikan tinggai layaknya laki-laki, perempuan bisa mencari nafkah sebagaimana halnya laki-laki, perempuan bisa menjadi kepala rumah tangga jika suaminya meniggal. Namun ada tiga hal penting yang tidak akan pernah mungkin dilakukan laki-laki yaitu mengandung, melahirkan dan menyusui. Realita ini harus diakui sebagai kodrat dan fitrah.

Allah telah mengangkat derajat kaum perempuan, Allah telah memuliakan kaum perempuan. Syurga terletak di bawah kaki ibu, Rasul pun mengatakan orang yang pertama yang harus dihormati itu adalah perempuan yaitu ibu, bahkan perempuan sholehah nilainya jauh melebihi keindahan seluruh isi alam semesta ini.


Untuk itu, eksploitasi fisik terhadap keberadaan perempuan adalah sebuah kesalahan besar, namun anehnya tidak banyak perempuan yang menyadarinya, bahkan mereka beranggapan hal itu merupakan aktualisasi diri dan prestasi tersendiri dalam ehidupan mereka, aneh kan!


Eksploitasi Terhadap Perempuan
Telingga kita mungkin sudah kebal mendengar cerita klasik tentang eksploitasi fisik perempuan. Dengan alasan dapat meningkatkan devisa negara, pemerintah tanpa malu sedikitpun melegalkan ribuan tenaga kerja perempuan meninggalkan keluarga, anak dan suaminya untuk menjual tenaga sebagai pembantu rumah tangga ke luar negri.


Mata kita juga mungkin sudah bosan melihat di media televisi, perempuan tanpa malu bahkan bangga memamerkan tubuhnya, beradegan mesra dengan orang yang bukan mahramnya, berlenggak-lenggok di atas cat walk, berpose seronok di majalah porno.


Bahkan hati kita mungkin sudah keras, ini terbukti kita tak mampu berbuat apa-apa atas dilokalisasikannya sebuah daerah untuk transaksi memuaskan nafsu si hidung belang, dimana perempuan di sana adalah konsumsi utama mereka.


Allah menciptakan perempuan dengan keindahan fisik dan kelembutan tutur kata. Makanya tidak heran dikatakan perempuan itu adalah perhiasan dunia. Keindahan fisik ini menjadi komoditas bagi mereka yang hanya mementingkan diri sendiri.


Mereka tidak segan-segan menjadikan fisik perempuan sebagai barang dagangan yang mudah untuk diperjualbelikan, sebagaimana banyak kasus yang terjadi sekarang.


Jika kita berjalan-jalan di pasar Induk Jakarta Timur, maka akan kita temui banyak sekali perempuan-perempuan yang bekerja mengangkat barang yang seharusnya bukan merupakan pekerjaan mereka. Pada pasar yang ramai di malam hari itu akan kita temui perempuan-perempuan setengah baya yang tetap terjaga menunggu pikulan. Padahal pada malam hari yang dingin itu alangkah lebih baik bila ia berada di rumah menemani anak-anaknya belajar atau istirahat.

Kita mungkin masih ingat tragedi Kartini, tenaga kerja Indonesia yang hamil di luar nikah di Arab Saudi. Malang sekali nasibnya, dia menjual tenaga ke luar negeri, bukan Real yang di dapat tapi hukuman mati yang harus ia hadapi. Tidak saja siksaan fisik yang dialami perempuan yang tereksploitasi fisiknya tapi juga harga diri dan kehormatan sering mereka pertaruhkan untuk sekedar dapat menyambung hidup, benar-benar tidak adil!


Perempuan-Perempuan Berprestasi
Jika kita membalik lembaran sejarah, kita akan mendapati tauladan perempuan-perampuan terhormat dan berprestasi, serta memberikan kontribusi terhadap zaman ini. Mereka telah membuktikan perannya sebagai perempuan, sehingga mereka menjadi suri tauladan, tidak hanya pada zamanya saja tapi juga hingga akhir zaman ia tetap ditauladani.


Ummul mukminin, Khadijah binti Khuwaylid, istri pertama Rasulullah telah membuktikan prestasinya, tidak saja di mata manusia, tapi juga di mata Allah. Ia tidak saja sebagai istri, tapi ia adalah seorang pengusaha perempuan yang paling suskses pada zamannya. Ia adalah perempuan terhormat, lagi kaya raya. Ia perempuan pertama yang mengimani Rasul di saat yang lain mengingkari, ia yang membela perjuangan Rasul disaat yang lain memusuhi.


Kesuksesan bisnisnya digunakannya untuk perjuangan dakwah Rasurullah. Tidak terhitung berapa pengorbanan harta yang telah dikeluarkan Khadijah untuk perjuangan Islam dan kaum muslimin. Khadijah telah membuktikan perannya sebagai istri yang membantu perjuangan suaminya untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT.


Dalam bidang pendidikan perempuan yang paling antusias menuntut ilmu adalah Aisyah, istri yang paling dicintai Rasulullah. Ingatannya kuat, dari beliau para sahabat banyak belajar hadis dan hukum Islam lainnya. Ia adalah seorang perempuan yang sangat pemberani dalam perang hingga Allah, Rasul dan para sahabat memberikan kemuliaan kepada beliau.


Dalam sejarah Indonesia tercatat seorang pahlawan perempuan yang prestasinya terus terukhir sepanjang zaman, ialah Cut Nyak Dien, perempuan Aceh yang mengobarkan semangat jihat membela tanah air. Disamping memimpin perang, beliau tidak lupa mengajarkan baca tulis Al-quran kepada masyarakat. Sebuah sikap yang sulit dicari tandingannya pada zaman sekarang ini.


Pada abad 20 yang baru saja kita tinggalkan, kita mengenal sosok perempuan cerdas dan memiliki komitmen kuat terhadap perjuangan Islam. Ia adalah Zainab Al-Ghazali. Perjuangannya menegakkan kalimatullah di bawah pemimpin tirani tidak menggentarkannya meski berhadapan dengan binatang buas dalam penjara pengap yang menjadi hari-harinya semasa dia dipenjara. Namun perjuangannya tidak pernah surut walaupun pecutan dan tamparan menjadi selimutnya di penjara.


Dan masih banyak lagi nama-nama indah terukir di sepanjang masa karena prestasi yang ditorehkan dalam bidangnya masing-masing.


Pentingnya Kesadaran Yang Tinggi
Dalam zaman yang penuh fitnah ini, dimana setiap saat perempuan mudah saja tergelincir kepada jurang kemaksiatan-jika tidak dieksploitasi, mereka yang justru mengeksploitasi dirinya- maka perlu kesadaran yang tinggi bagi perempuan agar terhindar dari segala bahaya.


Kesadaran yang tinggi akan mengantarkan kita kepada kepahaman akan iman dan hakikat Islam. Sebagai konsekwensinya kita akan berbuat untuk mencapai prestasi dan ridha Allah, kita akan memperbaiki diri dan tingkah laku kita sesuai dengan tuntutan dan syariat Allah, kita akan mendidik jiwa dan perasaan kita agar jangan sampai terpengaruh oleh rayuan dan kemilau dunia yang menyesakkan.


Kesadaran yang tinggi itu disertai dengan pemahaman kita terhadap hakekat dan kodrat kita sebagai perempuan. Kesadaran yang tinggi merupakan keistimewaan yang tumbuh sejalan dengan pertumbuhan iman dan kemantapan aqidah sejalan dengan kesadaran hati seseorang akan adanya kiamat dan hari penghisab-an yang akan menunggu setiap saat.


Kesadaran yang tinggi itu akan mampu memberikan sebuah benteng bagi keselamatan diri, aqidah dan jasad. Dan kesadaran itu akan terefleksi dalam akhlak, pergaulan dan keistiqomahan dalam menghindari lingkungan yang tidak baik, serta senantiasa menjadi penebar kebaikan dan mampu menanggulangi berbagai penyakit yang muncul dalam masyarakat.


Perhiasan Dunia
Sebaik-baik perhiasan dunia adalah perempuan sholehah. Ia adalah harapan agama, yang diharapkan dapat melahirkan generasi rabbani. Perhiasan itu tidak mudah didapat, harganya terlalu mahal, dan menjaganya pun tidaklah mudah. Setiap abdi Allah ingin mendapatkannya, namun tidak semua bisa memilikinya. Ia memberikan kesejukan dikala hati gersang, ia menyegarkan pandangan di kala mata suram.

Perhiasan dunia itu, dalam kehidupannya menampakkan kemuliaan dirinya. Bagaikan sekumtum mawar yang sedang mekar, harumnya tergambar dari pribadinya yang santun. Tunduk pandangannya, tegas bicaranya. Sedikitpun tidak ada keraguan jika meninggalkannya di rumah.


Ia menjaga harta suaminya, mendidik anak-anaknya dan senantiasa menjaga kehormatan diri dan suaminya.


Dalam kehidupan sehari-hari ia senantiasa diselimuti prestasi. Ia senantiasa bekerja keras untuk meraihnya. Dia tahu mana kegiatan yang di sukai Rabb-nya, untuk itu ia tidak pernah putus asa. Ia senantiasa menjaga kesucian dirinya. Tidak mudah mengeksploitasi diri dan kehormatannya, apa lagi hanya sekedar menggodanya. (Yesi Elsandra)


Sumber: Kebebasan wanita (Abdullah Halim Abu Syuqqah), Juru dakwah muslimah (M. Hasan Buraighisy)

Meningkatkan Kecerdasan Emosi

Para psikolog mengatakan, jika Anda memiliki kecerdasan emosi, Anda dapat memotivasi diri, tidak mudah frustasi, dan yang terpenting Anda mampu mengendalikan stres! Kecerdasan emosi juga akan menambah ketrampilan dan kecakapan sosial Anda. Karena Anda mampu memahami dan membina hubungan dengan orang lain, mampu bekerja sama dengan anggota tim dan memiliki sikap toleransi dan kompromis terhadap orang-orang di sekeliling Anda. Tentu saja kesemua hal ini berpengaruh bagi karir Anda.

Lalu bagaimana cara mengasah kecerdasan emosi? Berikut ini merupakan ketrampilan dalam mengasah dan meningkatkan kecerdasan emosi Anda:

* Kenali emosi diri
Untuk mengenali emosi diri sendiri, coba identifikasi apa yang sesungguhnya Anda rasakan. Setiap kali emosi tertentu muncul dalam pikiran, Anda harus dapat menangkap pesan apa yang ingin disampaikan. Berikut adalah beberapa contoh pesan dari emosi: takut, sakit hati, marah, frustasi, kecewa, rasa bersalah, dan kesepian.

* Lepaskan emosi negatif
Pahami dampak emosi negatif terhadap diri Anda. Misalnya jika Anda mudah marah dan frustasi, dapat merusak hubungan Anda dengan rekan sekerja maupun bos. Jika Anda stres Anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dst. Karena itu jika Anda tengah emosi karena suatu masalah, tahan keinginan Anda untuk marah, buang emosi Anda agar jangan sampai meledak. Sehingga orang-orang tidak akan terkena dampak negatif dari emosi Anda. Tenangkan diri Anda kemudian cari solusi dalam keadaan yang lebih nyaman.

* Kelola emosi Anda
Saat berbagai emosi melanda pikiran Anda, cobalah kendalikan emosi tersebut. Usahakan agar emosi tidak membuat Anda melakukan tindakan destruktif. Kemudian ketahuilah pesan yang disampaikan emosi dan yakinkan bahwa Anda mampu menangani segala macam persoalan yang Anda hadapi. Ingat, jangan mengambil keputusan dalam keadaan emosi karena hasilnya tidak akan obyektif. Asal Anda tau saja, kemampuan mengelola emosi merupakan bentuk pengendalian diri yang paling penting dalam manajemen diri. Karena sesungguhnya Anda lah yang harus mengendalikan emosi bukan sebaliknya.

* Motivasi diri sendiri
Dengan pengendalian emosi yang baik, Anda dapat memotivasi diri dalam melakukan sesuatu. Dengan motivasi diri akan memungkinkan terwujudnya kinerja yang tinggi dalam segala bidang. Orang-orang yang bisa memotivasi dirinya sendiri cenderung lebih produktif dan efektif setiap mengerjakan apapun.

* Kenali emosi orang lain
Selain memahami dan mengenali emosi sendiri, Anda juga harus mengenali emosi orang lain. Dengan demikian Anda akan mudah memahami orang lain. Karena Anda memiliki empati terhadap apa yang dirasakan orang lain. Ketrampilan ini membuat Anda lebih efektif dalam berkomunikasi dengan orang lain di sekeliling Anda.

* Kelola emosi orang lain
Semua hubungan sebagian besar dibangun atas dasar emosi yang muncul dari interaksi antar manusia. Ketrampilan mengelola emosi orang lain merupakan kemampuan yang hebat jika Anda dapat mengoptimalkannya. Sehingga anda pun mampu membangun hubungan antar pribadi yang kokoh dan berkelanjutan. Semakin tinggi kemampuan anda mengelola emosi orang lain semakin mudah pula bagi anda untuk bekerja sama membangun sukses.

* Memotivasi orang lain
Ketrampilan memotivasi orang lain adalah kelanjutan dari ketrampilan mengenali dan mengelola emosi orang lain. Ketrampilan ini adalah bentuk lain dari kemampuan kepemimpinan, yaitu kemampuan menginspirasi, mempengaruhi, dan memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini erat kaitannya dengan kemampuan membangun kerjasama tim yang tangguh dan handal.

Jangan lupa, pada dasarnya manusia merupakan mahluk emosional. Jika Anda dapat meningkatkan kecerdasan emosi, dengan mudah Anda dapat mencapai tujuan hidup Anda. Bagi Anda yang sudah memiliki kecerdasan intelegensia, lengkapi kecerdasan Anda dengan kecerdasan emosi sehingga jalan untuk menuju sukses pun semakin mudah.

[tri/*]


Tips Bicara Bijak