Tips Berkata Bijak

16.6.08

Hambatan Utama Produktivitas

Jika hanya ada satu atau dua orang yang kurang produktif mungkin bisa dimaklumi. Tapi jika nyaris semuanya, tentu ada sesuatu yang tidak beres baik dari karyawan itu sendiri atau mungkin dari Anda sebagai pemimpin mereka

Pakar karir Dr. Donald E. Wetmore mengatakan ada lima hambatan utama bagi produktivitas, coba simak deh:

* Seleksi awal yang kurang baik
Seleksi merupakan tahap yang cukup menentukan untuk mendapatkan karyawan yang potensial. Maka perlu diberlakukan seleksi yang cukup ketat untuk mendapatkan kandidat yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Paling tidak, calon karyawan tersebut nantinya bisa mencapai target atau sasaran yang ditetapkan.

* Training yang kurang memadai
Pelatihan adalah investasi untuk memperkuat sekaligus meningkatkan ketrampilan dan sikap kerja karyawan. Perusahaan seringkali lupa dan terlena pada hasil yang diperoleh, padahal hasil yang diperoleh besok belum tentu sebagus kemarin. Akibatnya produktivitas karyawan pun semakin buruk. Lebih jauh, perusahaan bisa mengalami kerugian.

* Beban kerja yang berlebihan
Beban kerja yang tinggi tidak menjamin karyawan sukses mencapainya. Hendaknya beban kerja dibuat serasional mungkin. Ingat, orang yang rasional akan mencapai hasil yang rasional dalam waktu yang rasional pula. Beban kerja yang terlalu berat justru menyebabkan rendahnya produktivitas. Mungkin lebih produktif bila Anda meminta karyawan untuk mengerjakan lebih sedikit tugas namun lebih menghasilkan.

* Ketidaksesuaian antara tujuan perusahaan dan tujuan pribadi
Seperti halnya tiap individu, perusahaan pun memiliki tujuan. Semakin sesuai tujuan perusahaan dan tujuan pribadi maka semakin mudah pula karyawan dalam mencapai tujuan itu. Sebaliknya, ketidaksesuaian tujuan perusahaan dan pribadi menyebabkan konflik batin yang cukup berat. Jangankan mencapai produktivitas, berangkat kerja saja rasanya berat.

* Kelelahan mental
Banyak karyawan yang merasa lelah dengan rutinitas kerja sehari-hari. Belum lagi jika menghadapi rekan-rekan yang tidak kompak, bos yang arogan, atau gaji yang dirasa kurang. Hal ini seringkali menyebabkan karyawan mengalami kelelahan mental, karena mereka harus menahan konflik batin yang tidak ringan.

So, untuk mencapai produktivitas yang diinginkan, coba deh antisipasi kegagalan dan hambatan dengan memperbaiki hal-hal di atas. Demi kepuasan bersama, ada baiknya Anda buka jalur komunikasi terbuka pada mereka. Semoga sukses....!


Bila Sebuah Buku Demikian Bermutu….

Penulis: Anwar Holid


Tidak hanya lagu, buku pun kadang-kadang dirilis ulang. Tentu para penerbit tidak sekadar ingin bernostalgia atau merindukan kembali masa lalu. Sebab ada sesuatu yang berbeda ketika sebuah buku atau lagu diterbitkan ulang. Yang berbeda itu adalah ruh atau nuansanya. Ruh ketika sesuatu yang lama dimunculkan kembali ialah semacam pertaruhan apakah dia masih memiliki daya hidup atau tidak.


Kita ingin merasakan yang berbeda apabila mendapati hal lama yang pernah demikian mengisi ingatan kembali menyeruak mengisi kekinian. Kita berharap mendapatkan energi baru, penyegaran kembali, dan nuansa baru yang dahulu mungkin luput dari perhatian kita. Perhatikanlah misalnya lagu-lagu yang dirilis ulang itu. Selain menawarkan kenangan, kondisi, dan semangatnya memang berbeda. Sering itu dilakukan setelah mempertimbangan banyak hal.


Hal pertama yang mencolok tentu saja pembawanya (dalam hal ini: penerbit). Harus diakui, yang membawakan kembali lagu lama biasanya mereka yang sangat menyukai lagu itu. Jarang penyanyi asli membawakan kembali lagu itu, meskipun bukannya tidak pernah terjadi. Artinya, dia membawakan kembali sesuatu yang demikian berharga, hingga perlu dipelihara nilainya, dan dipertahankan keindahannya. Semacam penghormatan kepada orang yang menciptakannya. Dalam hal penerbitan, sama halnya. Kerap sebuah buku diterbitkan ulang oleh penerbit lain (biasanya lebih muda), karena mereka demikian terinspirasi oleh buku tersebut.


Yang kedua, penerbitan kembali buku lawas biasanya dipicu oleh kondisi tertentu bahwa buku tersebut relevan dengan keadaan kini, atau mampu menerangkan beberapa persoalan yang dianggap mencuat—buku tersebut memenuhi standar keingintahuan saat itu. Ini menyangkut pertimbangan seberapa penting nilai buku tersebut (di kalangan umum) apabila diterbitkan, akan memenuhi kebutuhan apa saja buku tersebut, dan sebagainya.


Yang ketiga, ialah seberapa besar pasar masa kini akan mampu menyerap buku-buku lawas yang dahulu pernah diterbitkan itu? Tentu saja pertimbangan ekonomi sangat penting dalam menerbitkan kembali sebuah buku, baik yang ketika pertama kali diterbitkan langsung menjadi besrt seller atau yang gagal di pasar. Untuk kasus kedua itu, biasanya penerbit biasanya membuat semacam perbaikan (revisi), apakah melalui penyuntingan kembali naskah dan isinya, memberikan kata pengantar dari narasumber yang layak (prominent) atau sekadar melalui penampilannya (minimal perubahan sampul).


Pertimbangan Lain
Bila sistem percetakan penerbit sudah bagus, mereka juga tidak segan-segan untuk menerapkan sistem print-on-demand di bagian penjualan atau produksinya, yakni kemampuan menyediakan buku-buku sesuai permintaan konsumen (pasar). Di Indonesia, teknologi ini tergolong sangat langka, bahkan mungkin belum mampu dilakukan, sebab masih banyak buku-buku lawas yang belum habis diserap pasar, dan masih berusaha ditawarkan dengan berbagai cara, termasuk dengan rabat setengah harga produksinya! Menurut prakiraan, sistem print-on-demand memungkinkan penerbit masih mampu mendapatkan untung meskipun buku tersebut hanya dipesan satu buah saja oleh pembeli.


Buku-buku yang kerap dilupakan orang kadang-kadang juga mendapat perhatian dari penerbit, hingga kemudian mereka memutuskan menerbitkannya kembali. Seri Penguin Classics atau Bantam Classics adalah contoh buku-buku lama yang diterbitkan karena judul itu sudah sukar ditemukan di pasar. Di Indonesia, penerbitan kembali buku Islam dan Keturunan Arab atau Partai Politik di Pentas Nasional oleh Mizan bisa dianggap sebagai respons positif atas buku klasik yang mulai sukar didapat di pasar—sebab penerbit pertamanya tidak menerbitkan kembali buku itu.


Meskipun pengorbanan harus diberikan dan risiko harus ditempuh oleh penerbit yang mau memunculkan kembali buku lama, kita tentu harus berterima kasih untuk beberapa hal. Pertama ialah penerbitan itu akan mengekalkan ingatan kita bahwa buku-buku itu telah membantu dengan cara yang sangat bermakna tentang cara memahami peradaban dan kebudayaan manusia.


Kedua, sumberdaya buku (naskah) itu kadang-kadang sangat sukar ditemukan. Anda tentu akan sangat bisa merasakan betapa bahagianya seandainya seluruh manuskrip buku Pramudya Ananta Toer, Gadis Pantai, yang lenyap oleh keberingasan rezim Orde Baru, bisa diterbitkan ulang—tidak hanya sebagiannya.


Dalam keadaan yang sangat terdesak, kita selalu baru akan bisa merasakan betapa berartinya sesuatu yang lenyap di dalam diri dan ingatan kita. Sering sebuah buku baru bisa diterbitkan kembali setelah naskah aslinya ditemukan di tumpukan buku-buku bekas yang nyaris hancur. Atau atas pertolongan pembaca yang dengan apik merawat buku tersebut. Bila itu yang terjadi, kita tidak saja berutang pada penulis, penerbit, atau penemu naskah itu. Kita agaknya harus pula berterima kasih kepada Alam yang menjaga manuskrip itu tetap utuh dan diselami makna-maknanya. Mungkin untuk mengabadikan nilai luhur itu pula, sebuah penerbit, Hikmah, berani kembali menerbitkan naskah-naskah lama seperti Surat-surat Al-Ghazali karya Abdul Qayyum.


Jadi sidang pembaca, buku lama belum tentu kehilangan nilainya. Sebab seperti kata pepatah: tidak ada buku lama, yang ada adalah buku yang belum kita baca

Financial Freedom Mindset, Bagaimana uang bekerja untuk Anda

By: Mufli, Gomilyuner.com Admin


Apa yang Anda inginkan dari uang Anda ? apakah untuk keperluan pendidikan Anak ? atau tempat tinggal yg lebih besar ? atau mobil baru ? atau untuk kebutuhan di hari tua nanti ?


Pastilah lebih baik mempunyai "cukup" uang, sehingga tak perlu khawatir tentang keuangan kita bukan ?. Namun defeinis dari "cukup" itu sangatlah subyektif dan rumit didefenisikan. "Cukup" bisa tak tergantung seberapa besar atau seberapa sedikit uang kita. Kita akan selalu cukup dengan menyesuaikan kebutuhan dengan uang kita, atau menyesuaikan uang dengan kebutuhan kita.


Banyak orang mengatakan uang tak akan mampu membuat mereka senang, ada yang khawatir justru banyak uang akan membuat terbebani, takut karenanya akan menjadi rakus, khawatir akan kehilangan, takut berpisah dengan uang mereka, dan sebagainya. Banyak juga yang khwatir kekurangan uang. Umumnya orang khawatir kekurangan ;-)


Financial freedom adalah tentang kemampuan kita mengatasi kekhawatiran tentang uang tersebut.


Kita tak akan pernah merasa BEBAS tentang keuangan: selama kita masih takut, baik banyak uang atau sedikit uang, selama kita dikuasai oleh uang, selama kita masih bekerja untuk uang, diperbudak uang, selama kita masih merasakan uang lebih berharga dari diri kita sendiri, selama kita terpaksa mencari uang, selama kita takut mengeluarkan uang, selama kita takut mendapat uang banyak. Kebebasan Financial tidak dapat dibeli, namun dapat kita rencanakan.


Kita akan mempunyai cukup uang, atau lebih dari cukup uang, atau banyak uang, ketika kita menyadari bahwa kita jauh lebih berharga dari uang itu sendiri, kita lebih berharga dari harta-harta kita sendiri - hingga kita tidak takut berpisah dengan mereka. Ketika kita berada di atas mereka, maka kita dapat merencanakannya, mengaturnya sehingga uang dan harta itu bekerja untuk kita, membuat kita lebih berdaya, lebih bermakna.


Ketakutan berpisah dengan uang untuk membuat suatu rencana:
- Sama dengan kegagalan berencana
- Sama dengan merencakan kegagalan


Uang kita akan dapat bekerja untuk kita, kita akan selalu mempunyai cukup atau lebih dari cukup uang, ketika kita memberinya ENERGY, waktu, dan keleluasaan untuknya berkembang.


Tentu saja banyak sekali caranya membuat uang bekerja untuk kita, bisa dalam bentuk investasi membuat toko, jual beli, simpan di bank dan berbunga, deposito, sewa menyewa kendaraan, dan lain sebagainya.


Uang itu seperti orang, ia akan bereaksi seperti kita diperlakukan. Jadi jangan acuhkan dia, jangan takut dengannya, jangan buang-buang dia, jangan sok punya uang, jangan juga pura-pura tak perlu uang. Ketika kita memperlakukannya dengan baik,maka ia akan bersahabat, berbunga, berbuah dan bekerja untuk kita.


Jadi financial mindset adalah tentang pikiran dan sikap kita tentang uang itu sendiri. Tentang bagaimana kita menyikapi uang.


Rekan, Bagaimana Financial Mindset Anda ?
Pastinya itu adalah sepenuhnya pilihan Anda yang sangat pribadi ;-)


SwissCash adalah salah satu cara membuat uang bekerja untuk Anda


Program investasi dan network bisnis yang ditawarkan oleh Swisscash ini, saya presentasikan untuk Anda di website support GoMilyuner.com.


Tentunya seperti kita (atau khususnya saya secara personal) saat menabung di bca yang sangat aman saja saya tetap hanya menggunakan uang lebih atau dana sisa, terlebih lagi untuk investasi online yang lebih beresiko, hanya dengan uang lebih yang saya punya.


Tentunya anda pun mempunyai rumus dan pertimbangan pribadi tentang uang, saya akan menghargai apapun prinsip anda tersebut.


Saya sendiri telah menikmati hasi investasi di swisscash, dimana saya memulainya sejak Desember 2005, plus beberapa komisi EXTRA dari sisi network marktingnya. Setidaknya saya bisa mendapatkan hampir 1/5 Milyar dalam waktu tak sampai 2 setahun. Untuk lengkapnya anda dapat menyimaknya di http://gomilyuner.com/?id=gratis


Rekan Toha Nasrudin, saya undang anda berkunjung ke sini: http://gomilyuner.com/?id=gratis


Tips:
Jika nanti anda telah menjadi member aktif GoMilyuner.com, tentu URL di atas dapat anda ganti dengan milik Anda, sehingga dari PlazaPulsa.com ini anda berpotensi menghasilkan uang dari banyak sumber sekaligus :)


Thank you rekan Toha Nasrudin


Salam sukses paling sukses untuk apapun bisnis anda hari ini.


Best regards
Mufli


Ingin Jadi Jutawan?

Acara di televisi yang menjanjikan hadiah jutaan, bahkan satu milyar rupiah, membuat orang mudah dibuai mimpi ingin menjadi jutawan dalam semalam. Memang bisa saja, tapi biasanya gelar jutawannya pun tak akan tahan lama. Jutawan yang sebenar-benarnya tak pernah mendapatkan harta jutaan dalam semalam. Mereka mendapatkannya dengan menabung dan belanja tidak berlebihan.

Itulah hasil survei di Amerika terhadap lebih dari 1000 orang jutawan yang tercatat di kantor perpajakan (IRS). Ada dua tipe jutawan, yang hidup sederhana tanpa hutang dan yang bermewah-mewah dengan hutang menumpuk.

Jutawan yang asetnya antara dua sampai lima juta dolar Amerika umumnya tinggal di rumah seharga US$355.000 atau sekitar Rp3 triliun dengan kurs Rp8.600 per dolar. Jutawan tanpa hutang membeli rumahnya secara kontan.

Saat booming internet beberapa waktu lalu, jutawan-jutawan baru bermunculan. Namun mereka juga menghilang dengan cepat, secepat kemunculannya. Kini tak banyak lagi yang berangan-angan menjadi jutawan instan dari internet.

Olahraga, terutama sepakbola dan basket juga menjadi ajang pencari gelar jutawan instan. Tentu hanya yang benar-benar berbakat saja yang bisa mencapai posisi puncak dan dihargai jutaan. Yang lain harus memanfaatkan ketrampilan lainnya untuk mendapatkan income tambahan.

Kebanyakan dari kita penasaran seperti apa sih kehidupan jutawan? Hasil survei Dr Thomas J Stanley yang dituangkan dalam The Millionaire Mind, terungkap bahwa para jutawan cenderung memulai bisnis dengan sasaran kecil tapi amat menguntungkan.

Mereka amat mencintai pekerjaannya dan termotivasi untuk mengembangkan bisnis, bukan menumpuk kekayaan. Umumnya gaya hidup mereka nyaman, tapi tidak berlebihan. Contohnya, kebanyakan dari mereka membeli sepatu sangat mahal tapi jika rusak, selama bisa diperbaiki mereka tidak beli yang baru.

Sebagian besar dari mereka beristrikan wanita yang kreatif dan produktif dalam mengelola keuangan keluarga. Yang pasti filosofi para jutawan tersebut adalah pengeluaran harus lebih kecil dari pendapatan.

Untuk masalah investasi, mereka mau berinvestasi di bursa hanya jika bisnis mereka telah matang dan stabil. Mereka bukanlah orang-orang yang spekulatif, jarang mengunjungi kasino dan hampir tidak pernah membeli lotere sepanjang hidupnya.

Hasil survei juga mengungkapkan bahwa para jutawan umumnya bukanlah murid yang menonjol di sekolah. Bahkan sebagian dipercaya oleh gurunya tak akan pernah sukses. Rendahnya prestasi akademik membuat mereka mencari kompensasi dengan menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang kepemimpinan.

Mereka mempelajarinya dari aktivitas olahraga atau organisasi pelajar dan kemahasiswaan. Calon jutawan juga bisa dilihat dari karakternya. Umumnya cara berpikir mereka berbeda dengan kebanyakan dan mereka mempunyai rasa percaya diri yang kuat.

Famous Business Saying / Quotes

"A business that makes nothing but money is a poor kind of business"-Henry Ford

"I viewed it as a business, but I always viewed it as a game. An opportunity to show my skills, my basketball skills, amongst the best in the world"-Michael Jordan

"Fear will keep you alive in a war. Fear will keep you alive in business. There's nothing wrong with being afraid at all"-Norman Schwarzkopf

"Keep your thinking right And your business will be right"-Zig Ziglar

"In the past a leader was a boss. Today’s leaders must be partners with their people.. they no longer can lead solely based on positional power"-Ken Blanchard

"Home business simply give you control of your own time being your own boss doing things you like"-Unknown


Hilangnya Keberkahan Hidup

Oleh : Hilman Hakiem

Rasulullah Saw bersabda, "Jika umatku terlalu mengagung-agungkan dunia, maka akan diangkat dari umatku kehebatan Islam. Dan jika mereka meninggalkan amar makruf nahyi munkar, maka akan terhalang keberkahan wahyu." (HR. Abu Daud).
Kehidupan yang berkah adalah kehidupan yang senantiasa berada dalam garis dan ketentuan Allah SWT.

Suatu kehidupan yang mampu memberikan kekuatan kepada manusia untuk dapat memecahkan setiap persoalan yang datang menimpa. Keberkahan hidup juga tecermin dari perilaku manusia yang hanya mau berusaha mencari rezeki yang halal yang akan berdampak pada perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari.
Namun dalam kenyataannya, keberkahan inilah yang justru sangat sulit diraih oleh rakyat dan bangsa ini.

Pada satu sisi bumi Indonesia adalah bumi yang sangat kaya raya, namun pada sisi lain rakyat berada dalam kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, keterpurukan, dan kondisi lainnya yang memprihatinkan.

Paling tidak ada dua alasan utama yang menyebabkan keberkahan hidup itu hilang atau telah diangkat oleh Allah SWT, yaitu: pertama, jika umat Islam telah menjadikan dunia sebagai tujuan hidupnya, tanpa mempedulikan apakah cara yang ditempuhnya benar ataukah salah dalam pandangan Islam.

Misalnya, banyak orang berlomba mencari jabatan tanpa mengindahkan apakah jalan yang ditempuhnya sesuai prosedur ataukah tidak. Ujung-ujungnya jabatan itu diraihnya dengan segala cara dan digunakan untuk memperkaya diri sendiri serta dipertahankan secara membabi buta.

Kedua, umat Islam telah meninggalkan kegiatan amar ma'ruf nahyi munkar. Betapa banyak orang yang mengaku beragama Islam akan tetapi perilakunya menunjukkan hal yang sebaliknya. Ketika Alquran mewajibkan setiap wanita menutup aurat (baca: jilbab), misalnya, maka dia justru menjadi orang yang menentangnya karena dianggap sebagai budaya Arab semata dan tidak sesuai dengan kultur Indonesia.

Demikian pula ketika muncul seruan dari sejumlah ulama yang memfatwakan haramnya riba dan pornografi, banyak orang yang mengaku Muslim menentangnya dengan dalih kebebasan asasi. Perilaku inilah yang sebenarnya digambarkan Allah:

"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh berbuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya.

Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah lupa kepada mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik."
(QS At-Taubah: 67). Jika hal ini masih terus dan selalu terus terjadi, maka keberkahan hidup hanyalah akan menjadi sebuah impian. Semoga kita menyadari akan hal ini dan berusaha untuk selalu memperbaikinya.


Ini Dia Entrepreneur Abad 21

Tahun 1900 sampai 2000 bisa dikatakan sebagai abad entrepreneur. Soalnya, selama 100 tahun itu, pertumbuhan industri bisa dikatakan telah mencapai puncaknya. Meski tidak ada penemuan fenomenal, tetapi pengembangan yang terjadi sangat fenomenal, entrepreneur pun tumbuh sangat cepat.

Seperti pernah ditulis Wall Street Journal pada 29 November 29 1999, setidaknya ada 10 orang paling berpengaruh sebagai entrepreneur. Karena, karena mereka bisa menciptakan sejarah sebagai entrepreneur dengan memanfaatkan peluang bisnis dan berhasil mempengaruhi dunia.
Nah inilah mereka-mereka yang berhasil “mengubah dunia” dengan gagasan serta bisnis yang telah mengubah dunia itu:

1. L.L. Bean sebagai pioner pengiriman barang lewat pos.
2. Ray Kroc, penemu sistem franchise.
3. George Johnson sebagai pelaku bisnis berkulit hitam.
4. Jeff Bezos sebagai printis toko online.
5. Betty Friedan sebagai usahawan wanita.
6. Georges Doriot, kreator teknis modal ventura.
7. Bill Gates untuk membuat PC jadi gampang.
8. Henry Ford sebagai perintis transportasi darat dengan mobilnya.
9. Sam Walton untuk toko-toko murahnya.
10. Frederick Terman yang merintis pertumbuhan industri di Silicon Valley.

Di antara sepuluh orang ini, mana yang akan Anda pilih? Tentunya semua itu tergantung pada Anda sendiri. Karena masing-masing orang tadi memang punya kelebihan tersendiri, jadi silakan memilih.

Yang pasti, orang-orang yang ada dalam daftar tersebut sebelumnya memang tidak dikenal, sampai akhirnya menjadi sangat dikagumi setelah penemuan atau bisnis yang mereka lakukan benar-benar bisa mengubah dunia.

Bill Gates contohnya, dengan macam-macam sofware komputer, berhasil mengubah pandangan dunia terhadap komputer. Bagaimana tidak? Komputer yang dulunya menjadi benda “mewah” serta diperlukan kemampuan tersendiri untuk menguperasikannya, menjadi benda yang gampang dipakai serta tidak diperlukan “keahlian” rumit untuk mengoperasikannya.

Jadi, inilah yang diperlukan oleh entrepreneur memang pentingnya dia melihat peluang yang terbuka dan bisa dikembangkan. Bahkan sebuah pemikiran kecil, yang terkadang lewat dari pengamatan kita karena terlalu sederhana tersebut.


Tips Bicara Bijak